Langsung ke konten utama

RESUME SPP (PART I)


RESUME SISTEM PERADILAN PIDANA
A.    PENGERTIAN SPP
1.      PENGERTIAN SISTEM
}  SISTEM  : Susatu susunan tertentu yang memiliki komponen-komponen yang merupakan satu bagian tak terpisahkan
}  SAMODRA WIBAWA  : Sistem adalah gabungan beberapa unsure yang saling tergantung  satu dengan lainnya. Jika salah satu unsure hilang, maka system tidak bisa berjalan.
2.      PENGERTIAN PERADILAN
Peradilan berasal dari kata adil,yang artinya tidak memihak atau tidak berat sebelah(seimbang). Dengan kata lain,Peradilan adalah proses untuk menciptakan keseimbangan tanpe keberpihakan
3.      PENGERTIAN PIDANA :
Hukuman,sanksi atau derita yang diberikan , terkait dengan pemberian penderitaan fisik dan psikis kepada orang yang terkena.
4.      PENGERTIAN SISTEM PERADILAN PIDANA
·   ROMLI ROMLI AT : SPP merupakan managemen untuk mengendalikan/ mengawasi atau melakukan pengekangan atau dapat diaktakan sebagai aspek manajemen dalam upaya penanggulangan kejahatan.
·   SPP  menurut  M REKSODIPUTRO : SISTEM PENGENDALIAN KEJAHATAN TERDIRI ATAS :
1. LEMBAGA KEPOLISIAN
2. LEMBAGA KEJAKSAAN
3. LEMBAGA PENGADILAN
4. LEMBAGA PEMASYARAKATAN

}  Dimana SPP  bersifat penal yaitu menggunakan hokum pidana sebagai sarana utama terkait Hukum Acara Pidana  Materiil dan Formal termasuk pelaksanaannya. Dimana  pelaksananya adalah POLISI, KEJAKSAAN, PENGADILAN/ HAKIM, LP DAN ADVOKAT. Dimana lembaga ini bergerak secara terpadu dan tidak bisa hanya bergerak sendiri dalam menangani kejahatan.


B.     FUNGSI DAN TUJUAN SPP
1.      FUNGSI SPP
·         Mencegah kejahatan
·         Menindak pelaku tindak pidana,member pengertian pelaku tindak pidana dikarenakan pencegahan pidana yang tidak efektif
·         Peninjauan ulang terhadap legalitas,terkait denganukuran pencegahan dan penindakan
·         Terkait membantu dalam Putusan pengadilan(BERSALAH/ TIDAK TERDAKWA)
·         Diposisi terhadap orang yang bersalah
·         Koreksi terhadap alat Negara yang disetujui masyarakat
2.      TUJUAN SPP
·   Melindungi masyarakat dari suatu kejahatan
·   Penegakan hokum oleh aparat penegak hukum

C.     PEMAHAMAN APA ITU CJS DAN CJP
àCJS / CRIMINAL JUSTICE SYSTEM  : interkoneksi antarakeputusan dari setiap instansi yang  terlibat dalam proses  peradilan  pidana
àCJP/ CRIMINAL JUSTICE PROSES  :  bagian yang tidak terpisahkan dari CJS.berisikan keterkaitan antara lemabag yang satu dengan yang lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEORI-TEORI DALAM PERUBAHAN SOSIAL

Menurut Lauer ada dua teori utama perubahan sosial: a. Teori Siklus     Teori siklus melihat perubahan merupakan sesuatu yang berulang – ulang, tidak dapat direncanakan atau diarahkan ke titik tertentu. Tidak ada proses perubahan masyarakat secara bertahap sehingga batas antara pola hidup primitif, tradisional dan modern tidak jelas Menurut beberapa ahli:    - Oswald Spengler , Jerman (1880 –1936) : setiap peradaban besar mengalami proses kelahiran, pertumbuhan dan keruntuhan    - Pitirim Sorokin : semua peradaban besar berada dalam siklus tiga sistem kebudayaan (kebudayaan ideasional, idealistis dan sensasi) yang berputar tanpa akhir.    - Arnold Toynbee : sejarah peradaban adalah rangkaian siklus kemunduran dan pertumbuhan, namun setiap peradaban memiliki kemampuan meminjam kebudayaan lain dan belajar dari kesalahan untuk mencapai peradaban yang lebih tinggi    - Ibnu Kaldun : perubahan msayarakat diwarnai dengan pertumbuha...

kriminologi dan viktimologi

Kriminologi adalah; Ilmu pengetahuan yang mempelajari atau mencari sebab musabab kejahatan,sebab-sebab terjadinya kejahatan,akibat –akibat yang di timbulkan dari kejahatan untuk menjawab mengapa seseorang melakukan kejahatan . Itiologi adalah: Ilmu yang mempelajari sebab-sebab timbulnya kejahatan Di dalam teori Lombroso di sebutkan bahwa mengidentifikasi suatu kejahatan dapat dilihat dari bentuk tubuh seseorang atau sinyalemen dan tanda-tanda kusus pada sesorang. Pada akirnya teori Lombroso tesebut hancur karena di dalam usaha para ahli mencari sebab-sebab kejahatan maka telah diterima secara umum bahwa tidak akan mungkin di cari hanya satu faktor yang dapat menerangkan sebab kejahatan pada umumnya ataupun suatu kejahatan yang khusus. Apa yang dapat di cari hanyalah faktor-faktor yang dalam hubungan dengan sejumlah faktor lain akan menghasilkan kejahatan. Pemikiran teoritik Kriminologi dapat di bagi secara garis besar yaitu: a. Mashab klasik dengan pelopornya: Cesare Bonesana,Ma...